NARASI SPACE

Pemanfaatan sumberdaya alam pada suatu wilayah pesisir memerlukan informasi spasial yang akurat dan up to date, sehingga dapat dikelola secara berkelanjutan. Pada tataran perencanaan, Informasi Tata Ruang sumberdaya alam dan perencanaan tata ruang, merupakan konsep kegiatan Informasi Tata Ruang daerah secara inovatif memiliki sifat koordinasi antar sektor, berjenjang dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Kawasan pesisir merupakan pertemuan antara daerah daratan dan lautan. Kawasan ini merupakan tempat awal mulanya fungsi perkotaan tumbuh dan berkembang. Akibat banyaknya kegiatan yang dilakukan pada kawasan ini, maka kerusakan lingkungan rentan terjadi. Keberlanjutan pembangunan yang harus memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan fisik lingkungan kadang terabaikan pada kawasan pesisir. Saat ini banyak masalah terjadi pada kawasan pesisir diantaranya alih fungsi lahan secara ilegal misalnya tambak menjadi permukiman, daerah perairan menjadi daratan melalui reklamasi, pembuangan limbah industri dan domestik ke arah laut, hingga terjadinya ketimpangan ekonomi. Selain itu juga terjadi masalah non fisik yaitu ketidaksinkronan program dan kebijakan antara pemangku kepentingan pada wilayah pesisir. Berdasarkan deskripsi ini, maka diperlukan suatu inovasi pada area perubahan pelayanan publik dan tatalaksana berupa Spatial Information System for Coastal Area (SPACE). Sistem ini berbasis perangkat Geografis Information System (GIS) dengan menggunakan Indeks Pembangunan Berkelanjutan. Selanjutnya sistem ini akan digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan di Kota Makassar secara terpadu.